PERKEMBANGAN BI

EKONOMI: Peluang BI Rate naik kian terbuka

 

JAKARTA—Pengamat ekonomi memperkirakan Bank Indonesia akan menaikkan BI Rate dan suku bunga fasilitas simpanan Bank Indonesia atau Fasbi dalam beberapa waktu ke depan, terkait inflasi.

Ekonom Standard Chartered Fauzi Ichsan mengatakan naiknya inflasi menjadi 0,95% pada Agustus disebabkan oleh faktor Lebaran dan pelemahan rupiah.

 

“Tahun ini rupiah melemah, tapi tahun depan akan menguat lagi. BI Rate sampai akhir tahun diperkirakan akan sama, tetapi Fasbi kami prediksi naik 75 basis poin ke 4,75% di akhir tahun ini,” paparnya, Senin (3/9).

Kenaikan Fasbi, kata Fauzi, akan terjadi secara gradual dan periodik sampai akhir 2012. Suku bunga Fasbi, yang disebut juga deposit facility, ditingkatkan untuk mengurangi ekses likuiditas valuta asing (valas).

Sementara BI Rate, lanjut dia, baru akan naik pada tahun depan sebesar 25 basis poin menjadi 6%.

Menurut Fauzi, hal ini adalah salah satu cara untuk meredam defisit neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan, selain dengan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Sementara nilai inflasi saat ini, ungkap dia, masih terhitung normal karena konsumsi domestik terbukti masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih menerangkan inflasi bulan Agustus memang lebih didorong oleh faktor Lebaran, dan saat ini masih dalam koridor yang aman meski lebih tinggi dari perkiraan BI yang sebesar 0,7% sampai 0,8%. Namun, dia memproyeksi BI rate akan tetap berada di level 5,75% hingga akhir 2012.

“Tap,i Fasbi bisa naik 25 basis poin. Kenaikan Fasbi dapat terjadi dalam waktu dekat, sekarang juga bisa setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) bulan ini,” tukas Lana.

Selain Fasbi, dia memprediksi bank sentral juga akan menaikkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) 9 bulan sebesar 10 sampai 15 basis poin. Saat ini, suku bunga SBI berada pada posisi 4,65%. Dengan demikian, SBI diproyeksi bisa menyentuh level 4,75% hingga 4,80%.

Menurut Lana, hal ini merupakan upaya bank sentral untuk menekan ekses valas. Dia juga menuturkan inflasi Agustus masih dalam rentang yang aman karena masih ada ruang sebesar 1,5% untuk inflasi hingga akhir tahun. Inflasi tahun ini diperkirakan berada di kisaran 6%.

Ekonom Royal Bank of Scotland Regional Asia Tenggara Enrico Tanuwidjaja juga memprediksi BI rate tidak berubah sampai akhir 2012. “Namun, masih ada ruang bagi BI untuk meningkatkan suku bunga koridor bawah sebesar 25 sampai 50 basis poin,” sebutnya.

Hal ini, jelas Enrico, sejalan dengan tujuan bank sentral memperlambat pertumbuhan kredit sehingga dapat meredam kemungkinan terjadinya overheating di beberapa sektor perekonomian.

Menurut dia, melemahnya rupiah kali ini bukan disebabkan oleh naiknya BBM tapi didorong oleh melambatnya perekonomian global. RBS memperkirakan terkait dengan inflasi dan nilai tukar, mata uang rupiah akan berada di posisi Rp9.200 pada akhir tahun ini hingga 2013.

Direktur Eksekutif Departemen Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI Dody Budi Waluyo mengatakan perubahan BI rate hanya dilakukan sejalan dengan prediksi inflasi ke depan. “Hasil assesstment saat ini untuk proyeksi inflasi hingga akhir tahun masih dalam range target yang ditetapkan di awal tahun, sehingga belum perlu dilakukan pengubahan BI rate,” paparnya.

Dody menegaskan bank sentral akan terus memantau perkembangan inflasi ke depannya.

 

ANALISIS : Bagus sekali jadi BI semakin hari semakin berkembang

http://www.bisnis.com/articles/ekonom-peluang-bi-rate-naik-kian-terbuka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s