hukuman penjara dan denda korupsi nazaruddin

Jakarta-Yustisi.com: 

Bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin, divonis 58 bulan penjara dan denda Rp200 juta. Vonis Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) tersebut lebih ringan dibanding tuntutan jaksa tujuh tahun penjara, Jumat (20/04) di Jakarta.

Ketua Majelis Hakim Dharmawati Ningsih mengatakan, terpidana Nazaruddin dinilai bersalah dalam skandal suap Wisma Atlet, karena menerima suap dari Manajer Marketing PT Duta Graha Indah (DGI), Mohammad El Idris.

“Menjatuhkan pidana oleh karenanya pada terdakwa dengan pidana empat tahun 10 bulan penjara dan menjatuhkan denda Rp200 juta, jika tidak dibayar diganti kurungan badan empat bulan,” ujar Dharmawati Ningsih.

Nazaruddin mengaku masih pikir-pikir untuk banding terhadap vonis hakim tersebut.

Nazaruddin dituntut hukuman tujuh tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Selain hukuman badan, Nazaruddin juga dituntut membayar uang denda Rp300 juta subsidair enam bulan penjara. Dia dijerat pasal 11 UU 31/1999 sebagaimana diubah UU No 20/2001 tentang Pemerantasan Tipikor

Pendapat  saya : saya sangat tidak setuju sekali dengan vonis hukuman yang di berikan majelis hakim pengadialan tindak pidana korupsi (tipikor) ya di berikan untuk nazaruddin , mungkin si hakim itu telah di beri suap oleh nazaruddin buktinya si hakim tersebut hanya memberikan hukuman 58 bulan dan denda 200juta , menurut saya hukuman yang pantas di berikan oleh nazaruddin itu sekitar 12 tahun dan dendanya 550 juta .

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s